Halo gengs.
Salam Ilmu Sejarah.
Hehe. Ini post pertama aku, ciyee :v. Kenapa blog ini aku namai JASMERAH? Tentu kalian semua sudah tidak asing lagi dengan istilah itu. Ya, JASMERAH adalah singkatan dari “Jangan Sekali-Kali Meninggalkan Sejarah.” Berarti blog ini akan banyak membahas seputar sejarah dong min? Ya iya lah, masa mau bahas teman kalian yang datang kalau lagi butuh doang hehe, gibah dong :v. Duhh, mimin curhat apa basa-basi? Btw, postingan ini sekedar pengantar dulu ya, sebelum kita membahas lebih jauh lagi mengenai sejarah :).
Kenalan Dulu Dong.
Oke, tak kenal maka tak tahu namanya. Nama aku Muhammad Wafiq Saiful Rijal Abrori. Itu nama apa kereta api min, panjang banget? Hehe, ga tau lah, orang tuaku yang memberiku nama itu. Aku kan ga bisa request waktu baru lahir. Sampai-sampai ketika aku ujian sekolah selalu mengalami kesulitan saat pengisian borang nama lengkap di lembar jawaban :v.
Saat ini aku kuliah di Universitas Jember, mengambil Program Studi Ilmu Sejarah. Baru semester 3 sih, hehe. Itulah alasan aku membuat blog ini, tidak lain untuk berbagi pengalaman ataupun pengetehuan mengenai sejarah, baik sejarah di Indonesia atau di luar Indonesia. Selain itu juga ada kutipan luar biasa yang memotivasi aku, yaitu apa yang disampaikan Pramoedya Ananta:
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
Untuk info data diri aku yang lain, di profil ada kok gengs, hehe.
Sejarah Itu Apa Sih?
Secara etimologi, kata sejarah berasal dari bahasa Arab, “Syajarah” (Syajaratun) yang artinya adalah pohon. Di Indonesia dapat diartikan sebagai silsilah, riwayat, dan jika dijadikan skema akan menyerupai pohon lengkap dengan cabang, ranting, dan daun.
Pict: https://www.researchgate.net
Adapun pengertian sejarah menurut para ahli seperti,
•Muh. Yamin: ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberpa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.
•Kuntowijoyo: sejarah adalah hal-hal yang menyuguhkan fakta secara diakrononis, ideografis, unik, dan empiris. Sejarah bersifat diakronis karena berhubungan dengan waktu. Sejarah bersifat ideografis karena menggambarkan dan menceritakan sesuau. Sejarah bersifat unik karena berisi hasil penelitian tentang hal yang terjadi hanya sekali dan tidak akan pernah terulang lagi. Sejarah bersifat empiris karena bersandar pada pengalaman manusia yang sungguh-sungguh.
Sedangkan pengertian sejarah secara umum adalah suatu peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lalu.
Berarti cerita Malin Kundang ataupun Sangkuriang juga sejarah dong min? Buktinya ada Patung Malin Kundang dan Gunung Tangkuban Perahu? Ya, tapi hanya sebatas sejarah sebagai karya sastra, bukan sejarah sebagai ilmu. Maksudnya min? Oke, mari lanjut pembahasannya, hehe.
Sejarah Sebagai Karya Sastra dan Sejarah Sebagai Ilmu.
•Sejarah sebagai karya sastra adalah karya sastra yang selain mengandung unsur sastra, juga mengandung unsur sejarah, keindahan (estetika), dan unsur khayalan. Realitas yang menjadi obyek karya sastra sejarah merupakan peristiwa sejarah, maka karya sastra sejarah mencoba menerjemahkan dalam bahasa imanjiner dengan maksud untuk memahami peristiwa sejarah menurut kadar kemampuan pengarang. Karya sastra sejarah dapat menjadi sarana bagi pengarang untuk menyampaikan pikiran, perasaan dan tanggapan. Naskah suatu karya sastra sejarah tidak dapat digunakan sebagai sumber sejarah yang bisa dipercaya begitu saja, karena banyak mengandung unsur mitos, legenda, ataupun dongeng.
Itulah mengapa cerita Malin Kundang dan Sangkuriang bukan termasuk karya sejarah sebagai ilmu, meskipun sama-sama menceritakan kejadian pada masa lalu, namun dalam cerita tersebut banyak mengandung kejadian-kejadian di luar nalar manusia. Contoh lain adalah Legenda Candi Sewu, dikisahkan bahwa Candi Sewu dibangun oleh Raden Bandung Bandawasa dengan bantuan makhluk halus. Perisiwa seperi itu tidak dapat diterima nalar atau logika, sehingga tidak sesuai dengan krieria keilmuan yang logis, objektif, metodik, sistematik, berlaku umum dan universal, serta kumulatif berkembang dan tentatif. Tidak hanya itu, mitos, legenda, dan dongeng biasanya tidak diketahui secara jelas kapan peristiwa itu terjadi.
•Sejarah Sebagai Ilmu adalah peristiwa masa lampau yang disusun secara sistematis menggunakan metode kajian ilmiah. Kenapa harus ilmiah min? Ya, namanya aja Ilmu Sejarah, hehe. Hal itu tentu karena Ilmu Sejarah ini nantinya akan berpengaruh pada perkembangan ilmu pengetahuan di masa-masa yang akan datang, maka sangat perlu untuk mendapatkan kebenarannya.
Sebagai ilmu, sejarah merupakan ilmu yang memiliki fungsi besar dalam meneliti dan menyelidiki kejadian-kejadian apa saja yang dialami oleh manusia serta masyarakat pada masa lampau. Dalam melakukan penelitian sejarah, penguasaan metode (prosedur) ilmiah sangat diperlukan, tidak bisa asal melakukan penelitian sejarah begitu saja. Seperti yang disampaikan di atas, ini karena semua yang ditemukan nantinya akan menjadi sebuah ilmu yang menentukan kondisi pada masa-masa selanjutnya.
Lalu apa saja metode yang dimaksud agar sejarah bisa disebut sebagai ilmu min? Metode (prosedur) ilmiah dalam Ilmu Sejarah dikenal dengan sebutan Metodologi Sejarah/Metode Sejarah.
Lalu apa saja metode yang dimaksud agar sejarah bisa disebut sebagai ilmu min? Metode (prosedur) ilmiah dalam Ilmu Sejarah dikenal dengan sebutan Metodologi Sejarah/Metode Sejarah.
Berikut ini adalah tahapan-tahapannya:
•Heuristik: tahap mengumpulkan sumber
•Kritik Sumber: menyeleksi sumber untuk memperoleh data yang valid
•Interpretasi: Penafsiran terhadap sumber
•Historiografi: tahap penulisan
Adapun pendapat dari Kuntowijoyo dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah, menambahkan Metodologi Sejarah menjadi lima tahapan, yaitu yang paling pertama adalah Pemilihan Topik. Menurutnya, pemilihan topik hendaknya berdarsarkan pada kedekatan emosional dan kedekatan intelektual. Kedekatan emosional maksudnya adalah bahwa topik yang kita pilih adalah topik yang kita senangi, sedangkan kedekatan intelektual adalah kemampuan kita dalam menguasai topik yang kita pilih tersebut.
Nah, gimana? Sudah ada pemahaman tentang apa itu sejarah sebagai ilmu dan karya sastra? Hehe..
Oke, mungkin cukup sampai di sini dulu pembahasannya gengs. Blog ini telah berusaha disusun dengan sebaik mungkin, tapi apabila masih terdapat salah kata ataupun salah dalam menyampaikan materi, penulis selalu terbuka untuk menerima kritikan yang membangun dari kalian gengs :). Silahkan komentar di bawah atau hubungi e-mail yang sudah aku sediakan di profil. Oke?
Thanks..
Salam Ilmu Sejarah…

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus