Sabtu, 12 Oktober 2019

Review Jurnal "Deklarasi Balfour: Awal Mula Konflik Israel Palestina"



Judul
Deklarasi Balfour: Awal Mula Konflik Israel Palestina
Jurnal
Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Volume, Nomor dan Halaman
Vol.1, No. 1, Hlm. 15-26
Tahun
2019
Penulis
1.    Emilia Palupi Nurjannah
2.    M. Fakhruddin
Asal Institusi Penulis
Universitas Negeri Jakarta
Sumber Jurnal
http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/periode/article/view/10479
Reviewer
M. Wafiq Saiful Rijal Abrori
NIM
180110301046
Asal Institusi Reviewer
Universitas Jember
Tanggal
11 Oktober 2019
Ringkasan Abstrak
Turki Utsmani sebagai penguasa Palestina kala itu harus menyerahkan wilayah kekuasaannya kepada Inggris akibat kekalahan perang. Pada tanggal 02 November 1917 diadakan Deklarasi Balfour yang dianggap menguntungkan bagi kaum Yahudi untuk dapat mendirikan National Home di Palestina. Deklarasi ini yang kemudian juga dianggap sebagai awal mula pemicu konflik yang terjadi antara Israel dengan Palestina yang menyita perhatian masyarakat dunia hingga saat ini.
Ringkasan Pendahuluan
Konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina bukanlah konflik agama, melainkan konflik perebutan kekuasaan dimana Yahudi meyakini bahwa Palestina adalah wilayah yang dijanjikan. Dalam hal ini Yerusalam harus kembali menjadi ibukota bangsa Yahudi dan Palestina sebagai National Home yang bernama Israel. Dilaksanakannya Deklarasi Balfour di Inggris pasca kekalahan Turki Utsmani atas Inggris merupakan janji yang diberikan untuk Yahudi agar dapat mendirikan tanah air di Palestina.
Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui bagaimana Deklarasi Balfour terjadi sehingga Inggris menjanjikan sebuah tanah bagi kaum Yahudi, awal konflik Israel-Palestina terjadi serta upaya-upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.
Metode
Menggunakan pendekatan dan analisis histori melalui studi kepustakaan dalam pengumpulan data yang terkait dengan topik pembahasan. Data yang diperoleh kemudian diklasifikasikan, diinterpretasikan, disusun dan dianalisis.
Ringkasan Hasil Pembahasan
Wilayah Palestina
Palestina pada Perang Dunia I merupakan bagian dari Dinasti Utsmaniyah atau Ottoman, Turki.  Dari segi geografis Palestina menjadi kawasan yang sangat strategis karena  merupakan penghubung tiga benua, yaitu Asia, Afrika dan Eropa. Oleh sebab itu Palestina mendapat perhatian dan diminati bangsa-bangsa lain. Selama kurang lebih 40 tahun Palestina didiami oleh orang-orang keturunan Philistine dan Kan’an serta telah bercampur dengan orang-orang keturunan Yunani, Romawi, Arab, Mongolia dan Turki. Agama yang dianut mereka sebagian besar adalah Islam dan Kristen. Sebagai wujud amanat dari pemimpin zionisme Theodore Herzl, kemudian banyak imigran Yahudi dari Jerman, Rusia, Bulgaria dan lain sebagainya berdatangan ke wilayah Palestina dan menetap di sana. Janji yang diberikan Inggris untuk dapat membentuk pemerintahan sendiri kepada bangsa tersebut akhirnya menimbulkan perselisihan atas klaim siapa yang berhak untuk berada di wilayah Palestina.
Deklarasi Balfour
Deklarasi  Balfour dilaksanakan tanggal 2 November 1917 di Inggris, diambil dari nama penulisnya yaitu Lord Balfour. Isi ringkasnya menyatakan bahwa pemerintahan Inggris secara positif menyetujui adanya pendirian tanah air di wilayah Palestina bagi orang-orang Yahudi dan Inggris akan berusaha untuk memudahkan tercapainya usaha tersebut. Deklarasi ini dilatarbelakangi oleh pemberian hadiah berupa wilayah dari David Lloyd George kepada seorang Yahudi Inggris  bernama Chaim Weizmann atas jasanya sebagai peracik formula senjata untuk  memenangkan perang. Weizmann kemudian memilih Palestina sebagai wilayah bagi umat Yahudi.
Pendudukan Inggris di Palestina
Kekuasaan Turki  Utsmani di Palestina diambil alih oleh Inggris karena Turki mengalami kekalahan melawan Inggris saat Perang Dunia I. Pihak LBB memberi hak kepada Inggris untuk mengelola wilayah Palestina sampai Palestina dapat berdiri sendiri. Hal ini menimbulkan masalah antara warga Palestina dengan kaum Yahudi, pasalnya kaum Yahudi dan Arab telah diberikan janji oleh Inggris untuk dapat menjalankan pemerintahan sendiri, sehingga timbul permasalahan dimana mereka saling mengklaim wilayah Palestina Tersebut.
Pembentukan  Negara Israel
Setelah Perang Dunia I kaum Yahudi mulai banyak berdatangan ke wilayah Palestina dan semakin meningkat setiap tahunnya. Adanya Deklarasi Balfour sebagai hadiah dari Inggris kepada Yahudi semakin membulatkan tekad kaum Yahudi untuk menguasai wilayah Palestina. Pada tahun 1948 banyak bangsa Arab Palestina ditelantarkan, diusir dan dibantai oleh kaum Yahudi. Puncaknya terjadi pada tanggal 14 Mei 1948 dimana Yahudi memproklamirkan diri menjadi sebuah negara bernama Israel. Pembentukan Israel ini juga mendapat bantuan dari beberapa pihak seperti Amerika Serikat.
Kelebihan
Cukup jelas dan rinci dalam memaparkan bagaimana Deklarasi Balfour menjadi awal mula munculnya konflik antara Israel dengan Palestina karena penggunaan bahasa yang ringkas dan lugas sehingga mudah dipahami.
Kekurangan
Kurang rinci dalam memaparkan bagaimana upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi konflik yang terjadi antara Israel dengan Palestina.

Download jurnal versi pdf: klik di sini

26 komentar:

  1. Dengan pemaparan konflik yang dimiliki. Lalu , bagaimana menurut jurnal maupun anda tentang penyelesaian konflik agar tidak terus berkepanjangan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas pertanyaannya. Dalam jurnal tersebut kurang dijelaskan tentang bagaimana upaya penyelesaian terkini untuk konflik berkepanjangan antara Israel dengan Palestina. Namun menurut literasi yang pernah saya baca, ada salah satu opsi yang disebut dengan solusi dua negara. Secara singkat, sesuai dengan namanya, solusi dua negara menyerukan dibentuknya dua negara untuk dua warga, yang dalam hal ini adalah Yahudi Israel dan Arab Palestina. Jadi, kedua negara tersebut akan hidup secara berdampingan. Karena keterbatasan saya, untuk lebih jelasnya mungkin anda perlu mencari tahu lebih dalam mengenai apa itu solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

      Hapus
  2. Dari yang saya tangkap dalam hasil review anda, Inggris juga ikut ambil bagian pemicu munculnya konflik antara Israel dan Palestina. lantas seperti apakah peran Inggris saat ini mengenai konflik tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah bertanya. Mudah-mudahan jawaban ini bisa membantu. Menurut berita terbaru yang disampaikan oleh CNN Indonesia, pada tanggal 02 November 2017 pemimpin Inggris dan Israel merayakan peringatan seabad pernyataan yang disebut dengan Deklarasi Balfour. Perayaan tersebut dilaksanakan dengan mengadakan perjamuan di aula mewah Lancaster House, London, di samping adanya para demonstran London dan Palestina yang menuntut agar Inggris mengakui penderitaan yang disebabkan oleh deklarasi itu. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa hingga saat ini Inggris masih positif untuk mendukung kaum Yahudi dalam membentuk dan mengembangkan negara Israel di Palestina.

      Hapus
  3. Saran saja mungkin bisa di tambahi periode nya kapan mula konflik tersebut pada bagian judul.

    BalasHapus
  4. Mengapa konflik tersebut sampai sekarang belum berakhir?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah bertanya. Mudah-mudahan sedikit jawaban ini bisa membantu. Sesuai apa yang telah disebutkan dalam jurnal bahwa konflik yang terjadi antara Israel dengan Palestina adalah konflik perebutan kekuasaan, dimana Yahudi meyakini bahwa Palestina adalah wilayah yang dijanjikan oleh inggris. Berdasarkan hal tersebut, tentunya akan menimbulkan perselisihan atas klaim siapa yang berhak untuk berada di wilayah Palestina antara bangsa Arab ataukah Yahudi. Masing-masing berupaya mempertahankan apa yg mereka rasa menjadi hak mereka dan sayangnya hingga saat ini diantara mereka tak ada yang mau mengalah sehingga konflik berkepanjangan terus terjadi. Selain itu, konflik tersebut juga ditunggangi oleh beberapa kepentingan dari negara-negara lain, salah satunya adalah Amerika Serikat yang mendukung Israel karena Amerika menginginkan Israel menjadi benteng pertahanan untuk menghentikan penyebaran ideologi komunis di Timur Tengah.

      Hapus
  5. Lantas menurut anda, siapakah yang seharusnya menempati tanah yang dijanjikan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah bertanya. Sebelum itu saya akan sedikit menjelaskan bahwa Palestina adalah negara yang mempunyai beberapa julukan, salah satunya adalah negeri Kan`an. Julukan tersebut diberikan karena bangsa pertama yang menempati tanah Palestina adalah bangsa Kan'an yang tidak lain merupakan bangsa yang datang dari jazirah Arab sekitar 2500 tahun sebelum masehi. Dapat disimpulkan bahwa bangsa yang pertama kali menempati tanah Palestina adalah bangsa Arab yang kemudian menjadi nenek moyang bangsa Palestina saat ini. Adapun kedatangan pertama bangsa Yahudi ke Palestina hingga berkembang dan membentuk kerajaan bernama Israel (sebelum menjadi negara modern pada 1948) adalah pada zaman nabi Daud sekitar tahun 1004 SM, kemudian dilanjutkan oleh nabi Sulaiman sekitar tahun 963-923 SM. Jadi dapat dikatakan bahwa mereka adalah pendatang di sana dan bukan penduduk asli. Setelah nabi Sulaiman wafat, kerajaan Israel terpecah menjadi dua bagian yaitu Israel dan Yehuda (Yahudi) yang pusatnya di Jerussalem. Pada tahun 586 SM Babilonia mengusir bangsa Yahudi dari Jerussalem, walaupun pada sekitar tahun 515 SM mereka kembali diijinkan kembali ke Jerussalem oleh raja Persia. Singkatnya, beberapa abad berlalu hingga bangsa Arab dan Yahudi kemudian berkonflik memperebutkan tanah Palestina, yang dianggapnya sebagai tanah yang dijanjikan oleh inggris seperti yang telah disebutkan dalam review. Jadi, perihal siapa yang lebih berhak berada di tanah Palestina menurut analisis saya adalah bangsa Arab, karena mereka merupakan bangsa pertama yang mendiami Palestina, sementara Yahudi hanyalah pendatang setelah bangsa Arab.

      Hapus
  6. Menurut pandangan anda apakah konflik tersebut juga dilatarbelakangi oleh peran AS dalam konflik yang anda review?

    BalasHapus
  7. Mengapa Weizmann memilih palestina sebagai wilayah bagi umat Yahudi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawaban dari pertanyaan anda sudah sedikit saya singgung pada jawaban yang saya berikan untuk Dani di atas. Silahkan dibaca, mudah-mudahan bisa lebih paham. Jadi, secara singkat mengapa Weizmann memilih Palestina tidak lain adalah karena Palestina dianggap sebagai tempat warisan dari nenek moyang bangsa Yahudi.

      Hapus
  8. Mengapa PBB dan dunia seakan menutup mata dan tidak melakukan upaya2 untuk mencari jalan keluar terhadap konflik tersebut? Apakah karena adanya peran Inggris dan Amerika dalam konflik tersebut?

    BalasHapus
  9. Apa yang membuat Inggris lebih memihak kaum Yahudi untuk menduduki tanah yang telah dijanjikan, apa peran Inggris dalam menyikapi hal masalah ini?

    BalasHapus
  10. Bagaimana respon dari negara-negara lain pada saat itu ketika beberapa pihak dari amerika serikat memberi bantuan terhadap israel mengenai pembentukan negara israel pada saat itu?

    BalasHapus
  11. Apakah ada pandangan dari negara Indonesia untuk membantu menyeleseikan konflik tersebut? Karna pada dasarnya Palestina merupakan negara pertama yang mengakui Indonesia merdeka, maka sebaiknya Indonesia mempunyai peran penting terhadap penyeleseian konflik tsb.( Hukum timbal balik )

    BalasHapus
  12. Pada tanggal 2 nov 1917 diadakan deklarasi balfour? Apa isi deklarasi tersebut? Dan siapa yang mengeluarkan deklarasi balfour tersebut?

    BalasHapus
  13. Apa tujuan dari pihak Inggris dan AS yang ikut campur terhadap konflik antara Israel dan Palestina ?

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. Diluar kedua paham mengenai tanah yang dijanjikan dan hasil dari deklarasi Balfour, apakah ada penyebab lain yang menjadikan Israel yakin dengan klaim bahwa Palestina adalah bagian dari wilayahnya?

    BalasHapus
  16. Dari jurnal yg anda review yaitu terdapat gerakan zionisme, yang saya tanyakan apakah gerakan zionisme termasuk gerakan agama atau gerakan politik?

    BalasHapus
  17. Pengen nanya nih bang yee...
    Sperti penjeladan diatas ..
    Bahwa negara (katanya) israel ini terbentuk dari para imigran-imigran dari beberapa megara seperti jerman,rusia dan bulgaria yang beragama yahudi. Nah sebenarnya apa sih yang melatar belakangi para imigran ini memilih untuk pindah dari megara asalnya dan memilih sebuah wilayah yang diberi diberi inggris untuk dijadikan negara snediri. Padahal bisa dikatakan mereka semua berasal dari negara2 yamg maju ..?

    BalasHapus
  18. Apakah terdapat campur tangan negara lain dalam konflik tersebut?

    BalasHapus
  19. Apakah ada unsur keterpaksaan ketika Inggris mengeluarkan Deklarasi Balfour yang menjadi cikal bakal terbentuknya negara Israel?

    BalasHapus
  20. Konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina bukanlah konflik agama, melainkan konflik perebutan kekuasaan dimana Yahudi meyakini bahwa Palestina adalah wilayah yang dijanjikan. Dalam hal ini Yerusalam harus kembali menjadi ibukota bangsa Yahudi dan Palestina sebagai National Home yang bernama Israel. Dilaksanakannya Deklarasi Balfour di Inggris pasca kekalahan Turki Utsmani atas Inggris merupakan janji yang diberikan untuk Yahudi agar dapat mendirikan tanah air di Palestina.
    Dari hal tersebut bagaimana respon dari pihak PBB ?

    BalasHapus
  21. konflik israel dan palestina atau yahudi dan islam sdh lama terjadi bahkan sejak jaman nabi muhammad, konflik ini sampai saat ini masih belanjut bahkan sampai merengut ribuan nyawa warga palestine. negara negara barat seperti eropa n amerika tdk mau ikut campur permasalahan ini.
    tambahan : masalah ini tdk akan pernah selesai, karena maslah ini berkaitan dengan umat islam yg berjihad dijalan allah dalam memperebtkan wilayah karena wilayah tersebut terdapat masjid al aqso yg merupakn masjid atau temapt ketika nabi melakukan isra' mi'raj dan masalah ini sebagai perjuangan umat islam untuk terus berjihad dijalannya allah

    BalasHapus

Silahkan berkomentar dengan bijak dan santun ya gengs. Penggunaan link aktif akan terhapus secara otomatis.