Rabu, 30 September 2020

Review Buku "Sosiologi Pedesaan (Suatu Pengantar)" Prof. Dr. Bahrein


Pada bagian pertama memuat konsep sosiologi yang terdiri dari beberapa hal,antara lain yaitu: Definisi sosiologi memuat beberapa pendapat yang mengartikan apa itu ilmu sosiologi. Pendapat tersebut salah satunya seperti menurut Sosiolog Alvin Bertrand (1958,1967,1972) menghayati bahwa sosiologi itu sebagai satu ilmu yang mempelajari dan menjelaskan tentang hubungan antar manusia (human relationship). Ilmu ini menurutnya mempelajari hubungan manusia dengan lingkungannya, yang mencakup lingkungan transidental, alam, biologis, dan sosial yang melahirkan pola-pola perilaku tertentu.

Bab yang selanjutnya yaitu mengenai Konsep Sosiologi Pedesaan. Dari bab ini dapat kita simpulkan bahwa sosiologi pedesaan itu tumbuh pertama kali dan berkembang di Amerika Serikat. Pada mulanya adalah para pendeta kristen yang hidup di daerah pedesaan yang menuliskan bagaimana kondisi sosial ekonomi masyarakat pedesaan dibagian utara negeri itu. Kemudian muncullah masalah-masalah yang menyebabkan sebagian daerah pedesaan menjadi terbengkalai, sehingga menyebakan berakhirnya abad kesembilan belas yang mempunyai dampak bagi kehidupan pedesaan. Bagi Galeski sosiologi pedesaan itu cenderung diskriptif, terutama bahwa pedesaan itu merupakan daerah pertanian tentang pola-pola pertanian dan bertani,kehidupan keluarga di desa,tingkat kehidupan dan perkembangan penduduknya,struktur sosial yang berkaitan dengan pekerjaan, lembaga-lembaga pedesaan, adat dan kebiasaan penduduk, dan lain-lain. Bahkan, dewasa ini  sosiologi pedesaan itu sering dianggap sama dengan sosiologi pertanian. Bedanya kedua jenis sosiologi ini terlihat pada saat kita membuat penjelasan bagi keduanya. Sosiologi pertanian cenderung memfokuskan upaya sosiologinya bagi masyarakat desa yang menggeluti pertanian saja. Sebaliknya, sosiologi pedesaan menekankan studinya pada masyarakat pedesaan tanpa mempersoalkan kaitan mereka dengan usaha tani. Karena upaya pengembangan sektor sekunder yang luas, banyak pemukim daerah pedesaan  tidak lagi secara langsung terlibat pada sektor primer sebagaimana yang digambarkan Planck (1993). 

Berlanjut pada bagian ke-3 yaitu tentang Penelitian Sosiologi Pedesaan. Prosedur Penelitian yang dipakai dalam sosiologi mempunyai beberapa langkah tertentu yang tetap. Prosedur ini perlu diikuti agar hasil penelitian itu dapat meyakinkan dan dapat diterima oleh kalangan ilmuwan sebagai suatu pengetahuan ilmiah. 

Pada bab bagian ke-4 yaitu Perubahan Sosial. Perubahan yang terjadi secara besar-besaran pada struktur masyarakat pedesaan . Terdapat beberapa model-model perubahan sosial antara lain: model perubahan sosial struktural fungsional, model sosiologi konflik, model interaksi simbolik, model etnometodologi, dan juga terdapat pendekatan tanpa model tertentu.

Pada bab bagian ke-5 yaitu tentang Pola Pemukiman Pedesaan. Memuat pengertian desa dan pedesaan, pola umum desa, pola desa di Indonesia, administrasi desa di Indonesia. Sedangkan pada bab bagian ke-6 yaitu tentang pedesaan dan kependudukan. Terdiri dari beberapa bahasan, antara lain distrubusi penduduk, tendensi penduduk pedesaan, transmigrasi, dan beberapa masalah yang terjadi dalam lingkungan pedesaan. 

Pada bab bagian ke-7 yaitu tentang Hubungan antara manusia dan tanah. Terdiri dari beberapa sub-bagian,antara lain yaitu faktor produksi pertanian,pengetahuan dan ketrampilan petani, pemakaian tenaga kerja,penjualan hasil pertanian, pemanfaatan modal secara produktif, pengetahuan lain-lain, variasi pola pertanian. Berlanjut pada bab bagian kedelapan tentang Perubahan Pola Pemilikan dan Pemanfaatan Lahan (Land Reform). Berisi pola pemilikan tanah, dimensi land reform, dan land reform di Indonesia.

Pada bab kesembilan yaitu Pelapisan Sosial. Berisi tentang kelas dan status sosial,jenis-jenis status,aspek-aspek kelas dan status, mobilitas sosial, stratifikasi sosial di pedesaan. Serta bab yang terakhir, yaitu bab kesepuluh. Pada bab kesepuluh ini memuat tentang inovasi dan komunikasi tekhnologi, yang terdiri dari sub bagian komunikasi tekhnologi dan kategori para adopter.

Kelemahan/Kekurangan dari buku ini yaitu bahasanya sulit dimengerti,bahasanya berbelit-belit, monoton, dan kurang komunikatif. Serta kelebihan dari buku ini yaitu dapat mengetahui hal-hal yang berkaitan tentang pedesaan, menambah wawasan, dapat digunakan sebagai referensi dalam proses pembelajaran dan juga bisa sebagai bahan pendukung untuk melakukan penelitian. Setiap poin-poin selalu ada pembahasan materinya, sehingga mudah untuk dipelajari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan bijak dan santun ya gengs. Penggunaan link aktif akan terhapus secara otomatis.