Halo gengs.
Salam Ilmu Sejarah.
Btw, siapa dari kalian yang masih merasa asing dengan kata Proklamasi Kemerdekaan Indonesia? Aku yakin tidak ada. Apa lagi sebagai Warga Negara Indonesia, tentu sudah sangat familiar. Proklamasi kemerdekaan ini menjadi salah satu bagian dari sejarah Indonesia yang sangat penting kedudukannya, karena peristiwa ini merupakan puncak dari perjuangan rakyat Indonesia dalam mencapai kemerdekaan dan terbebas dari belenggu penjajahan. Walaupun setelah itu masih ditemui pertempuran-pertempuran melawan penjajah di beberapa daerah, seperti di Surabaya yang dikenal dengan peristiwa 10 November 1945, setidaknya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia telah menjadi titik awal sebelum Indonesia benar-benar lahir sebagai bangsa dan negara yang merdeka, baik secara de facto maupun secara de jure.
Berbicara mengenai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tentu juga tidak lepas dari sebuah Naskah/Teks Proklamasi Indonesia yang dibacakan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Nah, ternyata gengs, ada fakta-fakta unik juga seputar Teks Proklamasi Indonesia ini yang mungkin belum kalian ketahui. Mulai dari misteri angka 05, Teks Proklamasi yang dibuang ke tempat sampah, dan lain-lain. Lahh, serius min? Hehe, memangnya mantan kalian doang yang dibuang ke tempat sampah :v. Kuy, langsung saja kita bahas.
Ternyata Teks Proklamasi Ada Dua Macam
Kok bisa min? Faktanya, Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia memang ada dua macam, yaitu Teks Proklamasi yang Klad dan yang Otentik. Teks Proklamasi yang Klad adalah Teks Proklamasi asli yang ditulis tangan langsung oleh bapak proklamator kita Ir. Soekarno. Tidak hanya Ir. Soekarno, perumusan Teks Proklamasi ini juga diikuti oleh Drs. Moh. Hatta, dan Achmad Soebardjo. Perumusan dilaksanakan tanggal 17 Agustus 1945, dini hari sekitar pukul 02.00 sampai pukul 04.00 waktu setempat, di rumah Laksamana Maeda, Jalan Imam Bonjol No. 1, Jakarta.
Konsep Teks Proklamasi yang ditulis langsung oleh Ir. Soekarno ternyata masih terdapat beberapa kesalahan yang perlu diubah sebelum dibacakan. Permintaan Ir. Soekarno kepada semua yang hadir sebagai wakil-wakil bangsa untuk menandatangani Teks Proklamasi saat itupun tidak disetujui dengan alasan sebagian yang hadir ternyata menjadi kolaborator Jepang, sehingga atas usul dari Sukarni, Teks Proklamasi sebaiknya ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta saja. Setelah beberapa perubahan telah disetujui, maka konsep itu kemudian diketik. Teks ketikan inilah yang kemudian disebut sebagai Teks Proklamasi yang Otentik. Teks Proklamasi Otentik ini diketik oleh seorang tokoh muda kelahiran Seleman, 22 November 1908, bernama Mohamad Ibnu Sayuti atau lebih dikenal dengan nama Sayuti Melik.
Berarti Teks Proklamasi yang dibacakan Ir. Soekarno bukan yang Klad dong min? Ya, Teks Proklamasi yang dibacakan Ir. Soekarno ternyata bukanlah yang Klad, melainkan yang Otentik dan sudah diketik serta ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta.
Adapun perubahan dan perbedaan antara Teks Proklamasi yang Klad dan yang Otentik yaitu:
•Kata “Proklamasi” diubah menjadi “PROKLAMASI”
•Kata “Hal2” diubah menjadi “Hal-hal”
•Kata “tempoh” diubah menjadi “tempo”
•Kata “Djakarta, 17-8-‘05” diubah menjadi “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05”
•Kata “Wakil2 bangsa Indonesia” diubah menjadi “Atas nama bangsa Indonesia”
•Teks Proklamasi Otentik berupa hasil ketikan dan telah ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta, sedangkan Teks Proklamasi Klad berupa tulisan tangan dan tidak ditandatangani.
Untuk mengetahui lebih jelasnya, silahkan amati gambar di bawah ini.
Teks Proklamasi Klad:
Teks Proklamasi Klad:
Pict: https://ZonaReferensi.com
Teks Proklamasi Otentik:
Pict: https://SulutPos.com
Seperti yang kita ketahui, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akhirnya dikumandangkan pada waktu itu juga, tanggal 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur No 56, Jakarta, sekitar pukul 10.00 waktu setempat.
Arti Angka “05” pada Teks Proklamasi
Memangnya ada angka “05” min? Jika kalian pernah memperhatikan Teks Proklamasi Indonesia, baik yang Klad maupun yang Otentik, di sana tertulis angka “05” sebagai keterangan tahun kapan Teks Proklamasi itu dibuat dan disahkan. Lohh, bukannya Teks Proklamasi Indonesia dibuat tahun 1945 min, kok malah ditulis 05? Hal ini tentunya bukan karena terjadi salah tulis atau salah ketik, melaikan penanggalan yang digunakan Indonesia adalah penanggalan Jepang yang saat itu memasuki tahun 2605. Kok penanggalan Jepang yang dipakai min? Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa pada saat itu sebenarnya Indonesia masih dalam pendudukan Jepang, sehingga penanggalan yang digunakan Indonesia adalah penanggalan Jepang. Jadi, angka “05” pada Teks Proklamasi Indonesia adalah kependekan dari angka tahun 2605 dalam penanggalan Jepang dan setara dengan tahun 1945 dalam kalender Masehi yang umum digunakan sekarang.
Teks Proklamasi Dibuat di Rumah Orang Jepang
Seperti yang sudah disinggung di atas, perumusan Teks Proklamasi dilakukan di rumah Tadashi Maeda, yang tidak lain adalah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Padahal saat itu Indonesia dalam pendudukan Jepang. Tadashi Maeda sendiri bertugas sebagai kepala penghubung angkatan laut dan angkatan darat tentara kekaisaran Jepang. Tadashi Maeda mempersilahkan tokoh-tokoh penting Indonesia untuk menjadikan rumahnya sebagai tempat perumusan Teks Proklamasi. Tidak hanya itu, ia menjamin keamanan bagi mereka dari ancaman luar. Teks Proklamasi untuk kemerdekaan Indonesia mulai disusun pada dini hari sekitar pukul 02.00 sampai 04.00 waktu setempat yang berada di ruang makan rumah Tadashi Maeda. Kini, rumah Tadashi Maeda telah menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang bertempat di Jl. Imam Bonjol, No.1, Jakarta Pusat.
Seperti yang sudah disinggung di atas, perumusan Teks Proklamasi dilakukan di rumah Tadashi Maeda, yang tidak lain adalah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Padahal saat itu Indonesia dalam pendudukan Jepang. Tadashi Maeda sendiri bertugas sebagai kepala penghubung angkatan laut dan angkatan darat tentara kekaisaran Jepang. Tadashi Maeda mempersilahkan tokoh-tokoh penting Indonesia untuk menjadikan rumahnya sebagai tempat perumusan Teks Proklamasi. Tidak hanya itu, ia menjamin keamanan bagi mereka dari ancaman luar. Teks Proklamasi untuk kemerdekaan Indonesia mulai disusun pada dini hari sekitar pukul 02.00 sampai 04.00 waktu setempat yang berada di ruang makan rumah Tadashi Maeda. Kini, rumah Tadashi Maeda telah menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang bertempat di Jl. Imam Bonjol, No.1, Jakarta Pusat.
Teks Proklamasi Sempat Dibuang
Waduh, kok bisa dokumen sepenting itu dibuang min? Faktanya, setelah Teks Proklamasi versi Klad selesai disalin dan diketik menjadi versi Otentik, Teks Proklamasi versi Klad memang sempat dibuang. Beruntungnya, dokumen tersebut berhasil diselamatkan oleh seorang tokoh bernama Burhanuddin Mohammad Diah. Menurut beberapa sumber menyebutkan bahwa Diah memungut Teks Proklamasi versi Klad tersebut dari keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda. Ia kemudian menyimpannya sendiri selama 49 tahun, sebelum akhirnya diserahkan ke pemerintah pada tanggal 29 Mei 1992.
Just for your information gengs. Infonya ternyata mimin juga bisa berbahasa Inggris? :v. Hehe, ya bukan dong. Menurut beberapa sumber, saat ini Teks Proklamasi versi Klad yang merupakan tulisan tangan asli dari Bung Karno disimpan di Arsip Nasional RI (ANRI), tepatnya di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan. Sayangnya, tidak semua orang diijinkan untuk melihat langsung Teks Proklamasi versi Klad ini, hanya orang-orang tertentu saja. Yahh, terus gimana min? Tenang, pihak ANRI telah menyediakan salinannya yang bisa dilihat oleh masyarakat umum dan wisatawan, tepatnya di Ruang Diorama ANRI. Meskipun hanya salinan, setidaknya rasa haru dan bangga tetap menyelimuti suasana ketika kita bisa melihat langsung dokumen "sakral" dan terpenting dalam sejarah Indonesia ini. Mimin lebay :v. Hehe, tidak juga gengs. Aku yakin setiap orang akan merasakan hal yang sama. Apa lagi aku sebagai mahasiswa Ilmu Sejarah yang hampir setiap hari dijejali seputar sejarah perjuangan rakyat Indonesia, tentu akan merasakan sensasi yang luar biasa ketika aku bisa melihat dokumen paling bersejarah tersebut.
Waduh, kok bisa dokumen sepenting itu dibuang min? Faktanya, setelah Teks Proklamasi versi Klad selesai disalin dan diketik menjadi versi Otentik, Teks Proklamasi versi Klad memang sempat dibuang. Beruntungnya, dokumen tersebut berhasil diselamatkan oleh seorang tokoh bernama Burhanuddin Mohammad Diah. Menurut beberapa sumber menyebutkan bahwa Diah memungut Teks Proklamasi versi Klad tersebut dari keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda. Ia kemudian menyimpannya sendiri selama 49 tahun, sebelum akhirnya diserahkan ke pemerintah pada tanggal 29 Mei 1992.
Just for your information gengs. Infonya ternyata mimin juga bisa berbahasa Inggris? :v. Hehe, ya bukan dong. Menurut beberapa sumber, saat ini Teks Proklamasi versi Klad yang merupakan tulisan tangan asli dari Bung Karno disimpan di Arsip Nasional RI (ANRI), tepatnya di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan. Sayangnya, tidak semua orang diijinkan untuk melihat langsung Teks Proklamasi versi Klad ini, hanya orang-orang tertentu saja. Yahh, terus gimana min? Tenang, pihak ANRI telah menyediakan salinannya yang bisa dilihat oleh masyarakat umum dan wisatawan, tepatnya di Ruang Diorama ANRI. Meskipun hanya salinan, setidaknya rasa haru dan bangga tetap menyelimuti suasana ketika kita bisa melihat langsung dokumen "sakral" dan terpenting dalam sejarah Indonesia ini. Mimin lebay :v. Hehe, tidak juga gengs. Aku yakin setiap orang akan merasakan hal yang sama. Apa lagi aku sebagai mahasiswa Ilmu Sejarah yang hampir setiap hari dijejali seputar sejarah perjuangan rakyat Indonesia, tentu akan merasakan sensasi yang luar biasa ketika aku bisa melihat dokumen paling bersejarah tersebut.
Rekaman Suara Ir. Soekarno Saat Membacakan Teks Proklamasi
Mungkin kalian berpikir bahwa rekaman suara asli Bung Karno saat membacakan Teks Proklamasi yang sering kita dengar adalah rekaman yang direkam saat itu juga, atau saat Teks Proklamasi dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945, sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Faktanya, rekaman tersebut ternyata direkam pada tahun 1951 di studio Radio Republik Indonesia (RRI), yang saat ini berlokasi di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Kok bisa min? Alasannya tidak lain adalah karena pada saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945, teknologi untuk merekam peristiwa tersebut belum bisa ditemukan secara mudah, sehingga tidak ada satupun yang sempat merekamnya secara langsung pada waktu yang bersamaan. Satu-satunya dokumentasi yang bisa didapatkan saat itu hanyalah sebuah foto.
Beberapa tahun kemudian tepatnya tahun 1951, Jusuf Ronodipuro selaku pendiri RRI meminta Bung Karno untuk melakukan rekaman suara pembacaan Teks Proklamasi di RRI, karena sebelumnya belum ada dokumentasi dalam bentuk rekaman suara. Setelah menemui kesepakatan, akhirnya Bung Karno berkenan untuk melakukan rekaman, sehingga didapatkanlah dokumentasi rekaman suara Bung Karno membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang sering kita dengar saat ini.
Oke, mungkin hanya itu yang bisa saya share seputar fakta unik Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang mungkin belum kalian ketahui. mudah-mudahan bisa menambah wawasan dan pengetahuan kalian ya gengs :). Blog ini telah berusaha disusun dengan sebaik mungkin, tapi apabila masih terdapat salah kata ataupun salah dalam menyampaikan materi, penulis meminta maaf dan akan selalu terbuka untuk menerima kritikan yang membangun dari kalian gengs :). Untuk saran atau tanya-tanya silahkan komentar di bawah atau hubungi e-mail yang sudah aku sediakan di profil.
Thank you gengs..
Salam Ilmu Sejarah…
Mungkin kalian berpikir bahwa rekaman suara asli Bung Karno saat membacakan Teks Proklamasi yang sering kita dengar adalah rekaman yang direkam saat itu juga, atau saat Teks Proklamasi dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945, sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Faktanya, rekaman tersebut ternyata direkam pada tahun 1951 di studio Radio Republik Indonesia (RRI), yang saat ini berlokasi di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Kok bisa min? Alasannya tidak lain adalah karena pada saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945, teknologi untuk merekam peristiwa tersebut belum bisa ditemukan secara mudah, sehingga tidak ada satupun yang sempat merekamnya secara langsung pada waktu yang bersamaan. Satu-satunya dokumentasi yang bisa didapatkan saat itu hanyalah sebuah foto.
Foto Ir. Soekarno saat membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. 17 Agustus 1945.
Pict: https://ketemulagi.net
Beberapa tahun kemudian tepatnya tahun 1951, Jusuf Ronodipuro selaku pendiri RRI meminta Bung Karno untuk melakukan rekaman suara pembacaan Teks Proklamasi di RRI, karena sebelumnya belum ada dokumentasi dalam bentuk rekaman suara. Setelah menemui kesepakatan, akhirnya Bung Karno berkenan untuk melakukan rekaman, sehingga didapatkanlah dokumentasi rekaman suara Bung Karno membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang sering kita dengar saat ini.
Oke, mungkin hanya itu yang bisa saya share seputar fakta unik Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang mungkin belum kalian ketahui. mudah-mudahan bisa menambah wawasan dan pengetahuan kalian ya gengs :). Blog ini telah berusaha disusun dengan sebaik mungkin, tapi apabila masih terdapat salah kata ataupun salah dalam menyampaikan materi, penulis meminta maaf dan akan selalu terbuka untuk menerima kritikan yang membangun dari kalian gengs :). Untuk saran atau tanya-tanya silahkan komentar di bawah atau hubungi e-mail yang sudah aku sediakan di profil.
Thank you gengs..
Salam Ilmu Sejarah…



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar dengan bijak dan santun ya gengs. Penggunaan link aktif akan terhapus secara otomatis.